di hati mereka, aku payah
di pikiran mereka, aku hina
di mata mereka, aku bodoh
sekeras apapun aku berusaha, dalam diri mereka aku tetap sama
zona aman yang mereka banggakan, membuatku muak
zona aman yang mereka dapatkan, membuatku marah
mereka tak pernah menjadi diriku
merasakan apa yang aku rasakan
tak pernah, dan tak pernah
cacian dan makian, tepat di hadapanku
lalu meludah di belakangku
Ironi..
Ironi yang sangat kubenci
Tampilkan postingan dengan label perasaan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label perasaan. Tampilkan semua postingan
Minggu, 24 Juni 2012
Kesalahan
bukan, aku bukanlah si HEBAT
juga bukan si pintar
aku tak pernah jadi mereka
mereka yang hidup dalam kepastian
mereka yang hidup dalam keberuntungan
aku tak pernah jadi mereka..
yang aku tahu, aku harus jadi mereka
yang aku tahu, aku harus seperti mereka
tapi tak pernah sekalipun mereka memberitahuku
tapi tak pernah sekalipun mereka menyokongku
yang mereka tahu, aku harus seperti itu..
tahukah kalian? di zona aman itu aku mati
meskipun banyak jalan yang dapat kutempuh, aku seakan lumpuh
tak satupun dari mereka yang dapat ku lihat ataupun ku capai
tahukah kalian? aku sudah mati..
bukan aku bukan si hebat, dan tahukah kalian?
aku akan tetap begitu, di mata mereka
juga bukan si pintar
aku tak pernah jadi mereka
mereka yang hidup dalam kepastian
mereka yang hidup dalam keberuntungan
aku tak pernah jadi mereka..
yang aku tahu, aku harus jadi mereka
yang aku tahu, aku harus seperti mereka
tapi tak pernah sekalipun mereka memberitahuku
tapi tak pernah sekalipun mereka menyokongku
yang mereka tahu, aku harus seperti itu..
tahukah kalian? di zona aman itu aku mati
meskipun banyak jalan yang dapat kutempuh, aku seakan lumpuh
tak satupun dari mereka yang dapat ku lihat ataupun ku capai
tahukah kalian? aku sudah mati..
bukan aku bukan si hebat, dan tahukah kalian?
aku akan tetap begitu, di mata mereka
Jumat, 06 April 2012
Someone i love, someone i adore
Akhirnya ku menyadari
Hati yang dulu sepi, kini terisi
Menghangatkan sanubari, menguatkan diri
Angin yang mungkin membawanya kemari
Dia, sang pujaan hati
Fatamorgana, seperti itulah ia
Aku hanya bisa menulis kata indah yang juga tak bisa kukatakan padanya
Ungkap segala rasa yang ada di dada, yang menyesakkan jiwa
Zona itu terlalu abu-abu untukku, karena ku tahu sulit bagiku bersamanya
Itulah cinta, kau takkan tahu bagaimana kau mendapatkannya bagaimana kau merasakannya...
Rabu, 21 Maret 2012
Peri
aku disini melihatmu terbang kesana kemari
diam sendiri, menanti sepi pergi
mengitari bunga-bunga
mencoba hilangkan duka
aku terbang dengan sayap kecilku
melawan angin, menuju dahan tertinggi
menatapmu dari kejauhan
tak berani menghampiri
kau terlalu semu bagiku
terlalu abu abu, dengan warnamu yang secerah mentari
kini kusadari
tak bisa ku menjajaki tempatmu berdiri
dengan beribu peri menawan di sisi
yang elok serta rupawan
coba mencuri hati
menggapai cinta
yang tak mungkin aku ikuti
aku hanyalah peri buruk rupa
tak indah juga hati yang kumiliki
mencintaimu adalah luka
mendampingimu sekedar mimpi
wahai peri
aku akan pergi
membawa sejuta luka, menjauhi mimpi
terbang mengitari tanah indah lainnya, hingga ku temukan sang peri sejati...
diam sendiri, menanti sepi pergi
mengitari bunga-bunga
mencoba hilangkan duka
aku terbang dengan sayap kecilku
melawan angin, menuju dahan tertinggi
menatapmu dari kejauhan
tak berani menghampiri
kau terlalu semu bagiku
terlalu abu abu, dengan warnamu yang secerah mentari
kini kusadari
tak bisa ku menjajaki tempatmu berdiri
dengan beribu peri menawan di sisi
yang elok serta rupawan
coba mencuri hati
menggapai cinta
yang tak mungkin aku ikuti
aku hanyalah peri buruk rupa
tak indah juga hati yang kumiliki
mencintaimu adalah luka
mendampingimu sekedar mimpi
wahai peri
aku akan pergi
membawa sejuta luka, menjauhi mimpi
terbang mengitari tanah indah lainnya, hingga ku temukan sang peri sejati...
Sabtu, 17 Maret 2012
Seuntai maaf untuk sahabat
Maaf
kata yang hanya bisa kuucapkan
kata yang hanya bisa mewakili apa yang ku rasa
mewakili segumpal rasa bersalah atas segala
bukan maksudku menghempasmu dari tempat itu
tapi itu mimpiku, serupa dengan mmpimu
bukan maksudku menjatuhkanmu dari tempatmu berdiri
tapi disanalah aku ingin berdiri
maafkan aku yang tak mengerti arti tangismu
maafkan aku yang tak mengerti arti ucapmu
maafkan aku yang tak tahu perasaanmu
maafkan aku.....
kata yang hanya bisa kuucapkan
kata yang hanya bisa mewakili apa yang ku rasa
mewakili segumpal rasa bersalah atas segala
bukan maksudku menghempasmu dari tempat itu
tapi itu mimpiku, serupa dengan mmpimu
bukan maksudku menjatuhkanmu dari tempatmu berdiri
tapi disanalah aku ingin berdiri
maafkan aku yang tak mengerti arti tangismu
maafkan aku yang tak mengerti arti ucapmu
maafkan aku yang tak tahu perasaanmu
maafkan aku.....
Minggu, 11 Maret 2012
Rindu..
kupandangi wajahmu untuk kesekian kali
ku serukan namamu dalam hati
lalu airmata mulai membasahi pipi
sesak di dada mulai menyelimuti
cinta yang kini kurasa penuh di dada
tak bisa terucap, tak bisa terlihat
ku tutup rapat-rapat
hingga rasanya ingin meledak
andai kau tahu
entah apa reaksimu
andai kau tahu bahwa aku mencintaimu
entah bagaimana sikapmu
aku yang belum mengenalmu, begitupun dirimu
namun entah mengapa cinta itu datang kepadaku
semakin hari, semakin dalam
semakin dalam, semakin sakit
Tuhan, adilkah ini bagiku?
mencintai dia yang mencintai bunga yang lain?
engkau yang paling tahu, seberapa besar cinta ini
Kalau dia jodohku, Tuhanku, Allah, maka dekatkanlah kami
namun jika tidak, maka hapus rasa ini Ya Allah...
ku serukan namamu dalam hati
lalu airmata mulai membasahi pipi
sesak di dada mulai menyelimuti
cinta yang kini kurasa penuh di dada
tak bisa terucap, tak bisa terlihat
ku tutup rapat-rapat
hingga rasanya ingin meledak
andai kau tahu
entah apa reaksimu
andai kau tahu bahwa aku mencintaimu
entah bagaimana sikapmu
aku yang belum mengenalmu, begitupun dirimu
namun entah mengapa cinta itu datang kepadaku
semakin hari, semakin dalam
semakin dalam, semakin sakit
Tuhan, adilkah ini bagiku?
mencintai dia yang mencintai bunga yang lain?
engkau yang paling tahu, seberapa besar cinta ini
Kalau dia jodohku, Tuhanku, Allah, maka dekatkanlah kami
namun jika tidak, maka hapus rasa ini Ya Allah...
Sabtu, 10 Maret 2012
Cinta itu Layaknya Angin..
dia..
seperti matahari yang hanya bisa ku lihat
dan kurasakan kehangatannya
seperti angin yang hanya bisa kurasakan desirannya
seperti hujan yang hanya bisa kurasakan dinginnya
dia..
bahkan ku tak tahu seperti apa dia
yang ku tahu hanya namanya
hanya rupanya
kali ini kurasakan lagi hebatnya cinta
dengan tulisannya, aku cinta dia
dengan kata-katanya, aku cinta dia
dengan potretnya, aku cinta dia
dia, cinta yang tak mungkin dan mustahil ku raih
aku terlalu takut untuk berbicara padanya
aku terlalu takut untuk mengenalnya
namun aku cinta dia
haruskah ku pertahankan cinta ini?
atau harus melupakannya?
akankah dia menjadi cinta yang aku tunggu?
ataukah hanya sebuah goresan pengganti luka lama?
entahlah..
tapi yang ku tahu kini
AKU CINTA DIA siapa pun dia....
seperti matahari yang hanya bisa ku lihat
dan kurasakan kehangatannya
seperti angin yang hanya bisa kurasakan desirannya
seperti hujan yang hanya bisa kurasakan dinginnya
dia..
bahkan ku tak tahu seperti apa dia
yang ku tahu hanya namanya
hanya rupanya
kali ini kurasakan lagi hebatnya cinta
dengan tulisannya, aku cinta dia
dengan kata-katanya, aku cinta dia
dengan potretnya, aku cinta dia
dia, cinta yang tak mungkin dan mustahil ku raih
aku terlalu takut untuk berbicara padanya
aku terlalu takut untuk mengenalnya
namun aku cinta dia
haruskah ku pertahankan cinta ini?
atau harus melupakannya?
akankah dia menjadi cinta yang aku tunggu?
ataukah hanya sebuah goresan pengganti luka lama?
entahlah..
tapi yang ku tahu kini
AKU CINTA DIA siapa pun dia....
Senin, 05 Maret 2012
Karena Aku Cinta Dia
Dia
Hal terindah yang pernah kutemui di dunia
Seseorang yang paling menggetarkan jiwa
Anugerah yang sangat ku damba
Ya, aku mencintainya
Mencintai tatapan matanya, cara bicaranya, semua yang ada pada dirinya
Senyum di wajahnya, tangis di matanya, semua kucinta
Yang kuingin hanya dirinya bahagia
Dengarlah wahai cinta
Bukan karena harta aku cinta dia
Bukan karena tampan aku cinta dia
Bukan karena pandai aku cinta dia
Tapi karena dia adalah dia, dan aku hanya ingin dia
Dia menghadirkan pelangi
Dia menerbitkan mentari
Dia membiaskan embun pagi
Di hari-hariku
Aku mencintainya dengan cinta yang sederhana
Menyayanginya dengan perasaan yang serupa
Cinta yang tidak menuntut apapun darinya
Karena aku, cintaku hanya dia
Sebuah Bayangan
Bayangan itu selalu mengusikku
Mengganggu tidur nyenyakku
Menghantui hari-hariku
Membuat aku resah akan hadirnya
Bayangan itu alasan beribu cerita dan puisi yang kubuat
Alasan mengapa air di mata ini terus mengalir
Menjadi jawaban dalam tanyaku
Menjadi pencerah dalam gelapku
Ya, aku merasakannya
Sekalipun aku terus berusaha mengenyahkannya
Aku akan menjadi seperti ruang yang kosong saat itu juga
Seperti dia adalah bagian dari hidupku
Ya, aku mengetahuinya
Sekalipun aku tertatih, terjatuh, dan terjerembab sekalipun
Sekalipun aku tersungkur dan menangis sejadinya
Aku harus mengenyahkannya
Tahukah kau bayangan siapa itu?
Pahamkah engkau siapa bayangan itu?
Bayangan yang selalu dan terus ada di hidupku?
Kamu, bayangan itu adalah kamu...
Dia...
Ini adalah sebuah cerita mengenai Dia. Aku tidak tahu apa yang akan kalian pikirkan, para gadis, jika melihatnya, karena sejauh pengalamanku pendapatku dengan kalian sangat berbeda. Bagiku, dia tidak tampan, tapi ada yang menarik dalam matanya, itu yang aku suka, yang membuatku jatuh cinta. Sikapnya dan sifatnya, jangan tanyakan padaku karena aku akan menjawab bahwa aku sangat tidak menyukai keduanya. Tapi aku tidak akan membahas seperti apa rupanya.
Dia, aku tidak tahu. Terakhir kali kami menjalin hubungan, dan berakhir dengan sangat menyakitkan untukku, dia selalu berkata bahwa dia tidak pernah mencintaiku. Ya setidaknya itu yang kutangkap dari perkataannya padaku. Namun jika kau melihat sendiri bagaimana sikapnya padaku, maka kau akan berpikiran lain, bahwa dia sangat mencintaiku. Dia selalu menyakitiku dengan perkataannya, namun setelah dipikir mungkin dia melakukan itu agar aku tidak jatuh cinta padanya. Ya, bukan dirinya lah yang membuatku jatuh cinta, namun matanya. Aku selalu jatuh cinta kepada seseorang dengan melihat matanya. Oke, aku bukan menceritakan diriku, tetapi Dia.
Dia, seseorang yang tak pernah mau kehilangan diriku barang sekejap mata. Sekeras apapun aku melepaskan diri, sekencang apapun aku berlari, seakan aku tak bisa mengurai ikatan itu, dan aku masih saja berada dalam labirin kehidupannya.
Jika kau menjadi aku, kalian akan frustasi mungkin. Bagaimana tidak? Saat kau hendak berlari dan pergi melarikan diri, ternyata yang kau temui adalah tebing tinggi atau jalan yang terputus dan pilihan yang kau punya hanyalah untuk mati. Teman-temanku selalu mengatakan “kau itu lemah, Rani! Terlalu berbaik hati, terlalu sabar! Bagaimana mungkin kamu bisa bertahan?”. kalau dipikir-pikir mereka ada benarnya. Tapi ketika kau di posisiku tak ada yang bisa kau lakukan selain menjadi seperti itu.
Pernah ku mencoba untuk menjauhinya, bungkam seribu bahasa, seakan tak mengenalnya. Tapi ternyata Tuhan berkata lain, bahwa jalanku adalah disampingnya. Meski berkali-kali kukatakan padaNya bahwa aku telah lelah berjalan disampingnya, namun disanalah aku sekarang ini. Kami seperti minyak dan air, berdekatan, berdampingan, namun tak bisa bersatu.
Entah sudah berapa banyak gadis mendampinginya, menjadi kekasihnya. Aku, tentu saja membiarkannya. Dia bukan lah siapa-siapa lagi di hatiku, bahkan aku telah mecoba membuangnya dari hidup dan pikiranku berulang kali. Namun dia, entah mengapa dia tak pernah beranjak dari sisiku, menyentuh, tertawa, dan menatapku seperti dulu. Aku bukan gadis yang terlalu lugu untuk tahu apa arti dari tatapan itu, tatapan itu bukanlah tatapan seorang sahabat, atau setidaknya menganggap orang tertentu sebagai sahabat. Melainkan tatapan memiliki, atau tatapan yang menyatakan “kau itu milikku, tak seorangpun boleh memilikimu kecuali aku!” ya semacam itulah sekiranya.
Dia pernah dan selalu bilang padaku bahwa aku akan mendapatkan seorang yang lebih daripadanya. Tapi dari sikapnya padaku bahkan dia tak menginginkanku dekat lelaki manapun. Dia akan mencoba mencari tahu dengan siapa aku dekat saat ini.
Sekali waktu dia bilang padaku bahwa dia tak menyayangiku, tak merasakan apapun padaku. Lalu di waktu lain dia mengatakan bahwa dia sangat menyayangiku, namun tak bisa memilikiku. Lalu dia berkata bahwa pasangan kekasih bisa saja berakhir, namun bersahabat tidak pernah akan ada habisnya.
Tapi aku merasakan sesutatu yang berbeda pada dirinya belakangan ini. Dia tak seperti waktu lalu, sekarang dia sedikit menjauhiku, tak pernah melarangku, tak pernah memarahiku, hanya memandangku dengan matanya itu, lalu pergi kesudahannya. Entah apa yang membuatnya begitu.
Aku berpikir bahwa itu baik bagiku untuk pergi, namun saat ku hendak melangkahkan kaki ini tubuhku seperti terikat oleh magnet kuat yang menahanku lalu saat aku tersadar aku telah berada di sisinya, lagi.....
Ada sebuah fakta yang menarik, dia tak pernah menangis di hadapan kekasihnya kecuali di depanku. Dia menangis di depanku, di hadapanku, hanya di hadapanku, berulang kali. Entah mengapa begitu, aku tak tahu.
Entah mengapa seperti itu dan selalu begitu...
Dia...
Dia, tak mencintaiku tapi juga tak menjauhiku
Dia, tak menyayangiku tapi selalu bermanja-manja denganku
Dia, selalu menyakitiku tapi tak ingin aku pergi darinya
Dia, memperlakukanku dengan berbeda setiap harinya
Dia, dengan sikapnya menyatakan bahwa aku adalah miliknya
Dia, selalu berkata bahwa aku ini sahabatnya, namun bersikap seolah aku ini kekasihnya
Dia, seseorang yang selalu membuat jantungku berhenti berdetak
Dia, seseorang yang selalu membuatku menitikkan airmata
Dia, seseorang yang entah mengapa tak pernah bisa kulupa
Dia, seseorang yang takut mencintaiku karena tak mau kehilangan diriku
Dia, adalah cinta pertamaku untuk yang kedua kalinya.....
Dia, menarik bukan???
Jerit Tanya Hati
Bagaimana bisa aku melupakanmu?
Jika yang selalu kudengar adalah namamu
Yang selalu memanggilku adalah suaramu
Yang selalu menyentuhku adalah tanganmu
Bagaimana bisa aku pergi darimu?
Bila suatu ketika aku berlari, kau mengejarku
Aku menjauh, kau menahanku
Aku menangis, kau menyeka airmataku
Namun, bagaimana bisa aku bertahan?
Jika dekat denganmu dada ini sesak
Jika melihatmu mata ini menangis
Jika mendengar suaramu hati ini sakit
Pernah sekali kau dalam hidupku
Dan ku tak mau ada kedua
Pernah sekali aku mencintaimu
Dan ku tak mau merasakan cinta itu lagi
Sabtu, 24 Desember 2011
go away
the sky is falling
the wind was too cold
i've got a scary nightmare
and go to the hard place
since you move out from my life
i passed a dead daily
lies everyone who cares of me
tell something that's not what i trully feel
act like a damn dummy
and when the days coming
feel what i really feel
tell what i want to
move away from the dark-scared place
and when you tell me lies
you hurt me for many times
and i still try to believe in
no more times or change for you now on
i will act like strange to you
so nobody get the pain
and i can forget you perfectly
ps : to someone initially IRR
the wind was too cold
i've got a scary nightmare
and go to the hard place
since you move out from my life
i passed a dead daily
lies everyone who cares of me
tell something that's not what i trully feel
act like a damn dummy
and when the days coming
feel what i really feel
tell what i want to
move away from the dark-scared place
and when you tell me lies
you hurt me for many times
and i still try to believe in
no more times or change for you now on
i will act like strange to you
so nobody get the pain
and i can forget you perfectly
ps : to someone initially IRR
Senin, 07 November 2011
Malaikat bertanya pada Tuhan tentang wanita
Ketika Tuhan menciptakan wanita , Dia lembur pada hari ke-6.
Malaikat datang dan bertanya ” Mengapa Begitu lama Tuhan?”
Tuhan menjawab “Sudah kah engkau liat semua detail yg Aku buat untuk menciptakan mereka?
2 tangan ini harus bisa dibersihkan,tetapi bahannya bukan dr plastik.
Setidaknya terdiri dari 200 bagian,
yang bisa digerakkan dan berfungsi baik untuk segala jenis makanan.
Mampu menjaga banyak anak saat bersamaan,
punya pelukan yang dapat menyembuhkan sakit hati dan keterpurukan dan semua dilakukannya dengan 2 tangan ini.”
Malaikat itu Takjub. ” Hanya dengan 2 tangan?.. tidak mungkin!!”
Tuhan menjawab “Oh…Tidak!! Aku akan menyelesaikan ciptaan hari ini,karena ini adalah ciptaan favoritKU.
ya…dia juga akan mampu menyembuhkan dirinya sendiri dan bisa bekerja selama 18 jam sehari.”
Malaikat mendekat dan mengamati bentuk wanita ciptaan Tuhan itu.
“Tapi Engkau membuatnya begitu Lembut Tuhan?”
“Yah…Aku membuatnya begitu lembut,tapi engkau belum bisa bayangkan kekuatan yang AKu berikan agar mereka dapat mengatasi banyak hal yang luar biasa?”
“Dia bisa berpikir?” tanya malaikat.
Tuhan menjawab ” Tak hanya berpikir,dia mampu bernegoisasi. “
Malaikat itu menyentuh dagunya. . .
“Tuhan Engkau buat ciptaan ini
kelihatanya lelah dan rapuh ! Seolah terlalu banyak beban baginya.”
“Itu bukan lelah atau rapuh…itu AIR MATA”.
“Untuk apa?”tanya malaikat
Tuhan melanjutkan : ” AIR MATA adalah salah satu cara dia mengekspresikan kegembiraan,kegalauan, Cinta, kesepian,penderitaan dan kebahagian..”
“ENGKAU memikirkan segala sesuatunya.Wanita ciptaanMU ini akan sungguh menakjubkan! “
“YA Mesti. . . ! Wanita ini akan mempunyai kekuatan mempesona bagi laki-laki.
Dia dapat mengatasi beban bahkan laki-laki..
Dia Mampu menyimpan kebahagian dan pendapatnya sendiri.
Dia mampu tersenyum bahkan saat hatinya menjerit. Mampu menyanyi saat menangis, menagis saat terharu, terharu saat tertawa, bahkan tertawa saat ketakutan.
Dia berkorban demi orang yang dicintainya.
Dia tidak menolak kalau melihat yang lebih baik. Dia menerjunkan dirinya untuk keluarganya.
Dia membawa temannya yang sakit untuk berobat.
CINTANYA TANPA SYARAT
Dia menangis saat melihat anaknya adalah pemenang.
Dia girang dan bersorak saat melihat temannya tertawa.
Dia begitu bahagia mendengar kelahiran.
Hatinya begitu sedih saat mendengar berita sakit dan kematian Tetapi dia selalu punya kekuatan untuk mengatasi hidup, dia tahu bahwa sebuah ciuman dan pelukan dapat menyembuhkan luka.
Hanya 1 Kekurangan dari Wanita,
"DIA LUPA BETAPA BERHARGANYA DIA"
Malaikat datang dan bertanya ” Mengapa Begitu lama Tuhan?”
Tuhan menjawab “Sudah kah engkau liat semua detail yg Aku buat untuk menciptakan mereka?
2 tangan ini harus bisa dibersihkan,tetapi bahannya bukan dr plastik.
Setidaknya terdiri dari 200 bagian,
yang bisa digerakkan dan berfungsi baik untuk segala jenis makanan.
Mampu menjaga banyak anak saat bersamaan,
punya pelukan yang dapat menyembuhkan sakit hati dan keterpurukan dan semua dilakukannya dengan 2 tangan ini.”
Malaikat itu Takjub. ” Hanya dengan 2 tangan?.. tidak mungkin!!”
Tuhan menjawab “Oh…Tidak!! Aku akan menyelesaikan ciptaan hari ini,karena ini adalah ciptaan favoritKU.
ya…dia juga akan mampu menyembuhkan dirinya sendiri dan bisa bekerja selama 18 jam sehari.”
Malaikat mendekat dan mengamati bentuk wanita ciptaan Tuhan itu.
“Tapi Engkau membuatnya begitu Lembut Tuhan?”
“Yah…Aku membuatnya begitu lembut,tapi engkau belum bisa bayangkan kekuatan yang AKu berikan agar mereka dapat mengatasi banyak hal yang luar biasa?”
“Dia bisa berpikir?” tanya malaikat.
Tuhan menjawab ” Tak hanya berpikir,dia mampu bernegoisasi. “
Malaikat itu menyentuh dagunya. . .
“Tuhan Engkau buat ciptaan ini
kelihatanya lelah dan rapuh ! Seolah terlalu banyak beban baginya.”
“Itu bukan lelah atau rapuh…itu AIR MATA”.
“Untuk apa?”tanya malaikat
Tuhan melanjutkan : ” AIR MATA adalah salah satu cara dia mengekspresikan kegembiraan,kegalauan, Cinta, kesepian,penderitaan dan kebahagian..”
“ENGKAU memikirkan segala sesuatunya.Wanita ciptaanMU ini akan sungguh menakjubkan! “
“YA Mesti. . . ! Wanita ini akan mempunyai kekuatan mempesona bagi laki-laki.
Dia dapat mengatasi beban bahkan laki-laki..
Dia Mampu menyimpan kebahagian dan pendapatnya sendiri.
Dia mampu tersenyum bahkan saat hatinya menjerit. Mampu menyanyi saat menangis, menagis saat terharu, terharu saat tertawa, bahkan tertawa saat ketakutan.
Dia berkorban demi orang yang dicintainya.
Dia tidak menolak kalau melihat yang lebih baik. Dia menerjunkan dirinya untuk keluarganya.
Dia membawa temannya yang sakit untuk berobat.
CINTANYA TANPA SYARAT
Dia menangis saat melihat anaknya adalah pemenang.
Dia girang dan bersorak saat melihat temannya tertawa.
Dia begitu bahagia mendengar kelahiran.
Hatinya begitu sedih saat mendengar berita sakit dan kematian Tetapi dia selalu punya kekuatan untuk mengatasi hidup, dia tahu bahwa sebuah ciuman dan pelukan dapat menyembuhkan luka.
Hanya 1 Kekurangan dari Wanita,
"DIA LUPA BETAPA BERHARGANYA DIA"
Selasa, 18 Oktober 2011
a little word of love
saat cinta mendekat, aku menghindar
saat cinta itu menyapa, aku mengacuhkannya
saat cinta menghampiri, aku sudah hampir lelah untuk berlari
dan ketika cinta itu tiba, aku terlena
dia datang menawarkan cinta yang sangat menggoda
menghampiriku bagai hembusan angin, tak terlihat dari mana dan untuk apa ia datang
dia datang dengan sejuta alasan hingga membuatku jatuh cinta
menahanku seakan takut kehilangan
saat ia sadar bahwa telah menipu diri,
cinta itu hilang seperti angin yang membawanya datang
meninggalkanku sendiri, tercabik hingga ingin mati
tetapi aku tetap bergeming, diam tanpa menyuarakan apa yang kurasa
dia meninggalkanku, tapi tak pernah benar-benar pergi
memakiku, tapi tak pernah benar-benar marah
menangis dihadapanku, tapi tak pernah benar-benar tulus
berkata sayang padaku, tapi tak pernah benar-benar mengerti aku
meninggalkan cinta yang pedih
yang akhirnya kembali menambah luka di hati yang tak pernah utuh
merenggut kebahagiaanku, dan meyalahkanku setelah itu
memang aku tak pernah menangis di hadapannya
bahkan aku tak pernah bersedih di depannya
karena ku tahu semua itu sia-sia
tapi tak berarti aku baik-baik saja
aku hanya berusaha tegar dan kuat, berusaha menutupi kesedihanku
dan memang seharusnya begitu
secepat cinta itu datang, secepat itu pula ia pergi
tapi aku masih berharap ia melihatku kembali, harapan yang ku tahu itu semua hanyalah impian semata
dan kini yang kuingin hanyalah ia benar-benar pergi
karena entah mengapa rasanya sungguh luar biasa melihatnya tertawa, tapi bukan aku alasannya melainkan dia
kini yang kuingin hanyalah aku menjadi diriku kembali
yang ceria dan tegar
Ya Allah hanya itu yang kupinta disini….
saat cinta itu menyapa, aku mengacuhkannya
saat cinta menghampiri, aku sudah hampir lelah untuk berlari
dan ketika cinta itu tiba, aku terlena
dia datang menawarkan cinta yang sangat menggoda
menghampiriku bagai hembusan angin, tak terlihat dari mana dan untuk apa ia datang
dia datang dengan sejuta alasan hingga membuatku jatuh cinta
menahanku seakan takut kehilangan
saat ia sadar bahwa telah menipu diri,
cinta itu hilang seperti angin yang membawanya datang
meninggalkanku sendiri, tercabik hingga ingin mati
tetapi aku tetap bergeming, diam tanpa menyuarakan apa yang kurasa
dia meninggalkanku, tapi tak pernah benar-benar pergi
memakiku, tapi tak pernah benar-benar marah
menangis dihadapanku, tapi tak pernah benar-benar tulus
berkata sayang padaku, tapi tak pernah benar-benar mengerti aku
meninggalkan cinta yang pedih
yang akhirnya kembali menambah luka di hati yang tak pernah utuh
merenggut kebahagiaanku, dan meyalahkanku setelah itu
memang aku tak pernah menangis di hadapannya
bahkan aku tak pernah bersedih di depannya
karena ku tahu semua itu sia-sia
tapi tak berarti aku baik-baik saja
aku hanya berusaha tegar dan kuat, berusaha menutupi kesedihanku
dan memang seharusnya begitu
secepat cinta itu datang, secepat itu pula ia pergi
tapi aku masih berharap ia melihatku kembali, harapan yang ku tahu itu semua hanyalah impian semata
dan kini yang kuingin hanyalah ia benar-benar pergi
karena entah mengapa rasanya sungguh luar biasa melihatnya tertawa, tapi bukan aku alasannya melainkan dia
kini yang kuingin hanyalah aku menjadi diriku kembali
yang ceria dan tegar
Ya Allah hanya itu yang kupinta disini….
Senin, 15 Agustus 2011
Tak Bisakah Kau??
saat ku lihat cahaya, kau meredupkannya
saat ku lihat gelak tawa, kau membuatnya seakan tiada
saat ku dengar desiran angin, kau menutupi telingaku
saat ku dengar aliran air, kau bawa aku ke padang pasir
saat ku yakin ada harapan, kau membuangnya
saat ku mulai bangkit, kau melepaskan genggamanmu hingga ku terjatuh
saat ku berusaha untuk bahagia, kau membuatku terluka
tersirat penyesalan itu, sesal karena tak pernah kau mendukungku
tersirat kekecewaan itu, kecewa karena kau selalu menyalahkanku
aku hanya wanita yang lemah dibalik ketegaranku
aku hanya berpegang pada satu tumpuan, yaitu kau
namun kau menghempaskanku layaknya barang yang tak berarti
bahkan sampah pun lebih baik dariku
tak pernah ku berkata, karena aku ingin kau tahu bahwa aku lelah
tak pernah ku berulah, karena ku tau kau takkan peduli
apa salahku padamu ?
tiap tetes air mata dariku selalu ada namamu
dan sungguh ku lelah untuk menangis
sungguh ku lelah.
tak bisakah kau mendengar jerit hatiku ?
tak bisakah kau melihat pancaran kekecewaan dari mataku ?
tak bisakah kau mendengar desah nafasku yang mulai melemah ?
aku hanya ingin kau tahu bahwa aku tidak ingin menyakitimu
aku hanya ingin kau tahu bahwa aku ingin kau dewasa
aku hanya ingin kau tahu bahwa aku sudah tak sanggup lagi
kekecewaan ini, rasa sakit ini, semua yang kau beri...
saat ku lihat gelak tawa, kau membuatnya seakan tiada
saat ku dengar desiran angin, kau menutupi telingaku
saat ku dengar aliran air, kau bawa aku ke padang pasir
saat ku yakin ada harapan, kau membuangnya
saat ku mulai bangkit, kau melepaskan genggamanmu hingga ku terjatuh
saat ku berusaha untuk bahagia, kau membuatku terluka
tersirat penyesalan itu, sesal karena tak pernah kau mendukungku
tersirat kekecewaan itu, kecewa karena kau selalu menyalahkanku
aku hanya wanita yang lemah dibalik ketegaranku
aku hanya berpegang pada satu tumpuan, yaitu kau
namun kau menghempaskanku layaknya barang yang tak berarti
bahkan sampah pun lebih baik dariku
tak pernah ku berkata, karena aku ingin kau tahu bahwa aku lelah
tak pernah ku berulah, karena ku tau kau takkan peduli
apa salahku padamu ?
tiap tetes air mata dariku selalu ada namamu
dan sungguh ku lelah untuk menangis
sungguh ku lelah.
tak bisakah kau mendengar jerit hatiku ?
tak bisakah kau melihat pancaran kekecewaan dari mataku ?
tak bisakah kau mendengar desah nafasku yang mulai melemah ?
aku hanya ingin kau tahu bahwa aku tidak ingin menyakitimu
aku hanya ingin kau tahu bahwa aku ingin kau dewasa
aku hanya ingin kau tahu bahwa aku sudah tak sanggup lagi
kekecewaan ini, rasa sakit ini, semua yang kau beri...
Selasa, 05 Juli 2011
Mengapa Wanita Menangis ?
Ketika wanita menangis,
Itu bukan berarti dia sedang mengeluarkan senjata terampuhnya,
Melainkan justru berarti dia sedang mengeluarkan senjata terakhirnya.
Ketika wanita menangis,
Itu bukan berarti dia tidak berusaha menahannya
Melainkan karna pertahananya sudah tak mampu lagi membendung air matanya.
Ketika wanita menangis,
Itu bukan karna dia ingin terlihat lemah
Melainkan karna dia sudah tak sanggup berpura-pura kuat.
Ketika wanita menangis,
Bukan berarti dia ingin mencari perhatian,
Melainkan karna apa yang dia perhatikan telah mengabaikannya.
Ketika wanita menangis,
Bukan berarti dia mengharapkan belas kasihan,
Melainkan karna dia sedang mengasihani dirinya sendiri.
Ketika wanita menangis,
Bukan berarti dia ingin membuat sesuatu yang dia tangisi merasa bersalah.
Melainkan karna dia tidak tau kesalahan apa yang membuat keadaan menjadi sedemikian.
Ketika wanita menangis,
Bukan berarti dia sedang memancing kepedulian semua orang terhadapnya.
Melainkan justru karna dia tau , bahwa tidak akan ada orang yang peduli.
Ketika wanita menangis,
Janganlah engkau menganggapnya wanita lemah ataupun tukang cari perhatian.
Karna engkau jugalah yang menyebabkan air mata itu mengalir di pipinya.
Dan ketika wanita menangis,
Janganlah kau menghukumnya dengan meninggalkannya begitu saja.
Karna dia tidak mampu membawa berjuta tetes air matanya sambil mengejarmu...
Selasa, 24 Mei 2011
Disini, Di sisi ini
Aku
ya, aku disini..
kembali dilingkupi awan kegelapan yang menyesakkan
menanti mentari pagi yang tak kunjung datang
ya, aku disini..
dengan kepingan hati yang sudah tak berbentuk lagi
tak dapat disatukan walau dengan berton-ton perekat
mendengar ucapanmu yang indah
melihat perlakuan mu yang menyenangkan
kini seperti mendengar kabar duka dan melihat kekejaman
perih hati tak dapat ku abaikan
mampukah kau wahai pelangi memberi warna pada jiwa ku yang mulai pudar ?
mampukah kau wahai mentari memberi cahaya pada hatiku yang mulai redup ?
aku ingin menjadi sinar di tengah kegelapan
aku ingin menjadi mutiara di tengah lautan
yang menjadi tumpuan, yang menjadi harapan
namun apa dayaku?
tak dapat kugapai semua, walau ku ingin meraihnya
karena ku bukanlah siapa-siapa..
ya, aku disini..
kembali dilingkupi awan kegelapan yang menyesakkan
menanti mentari pagi yang tak kunjung datang
ya, aku disini..
dengan kepingan hati yang sudah tak berbentuk lagi
tak dapat disatukan walau dengan berton-ton perekat
mendengar ucapanmu yang indah
melihat perlakuan mu yang menyenangkan
kini seperti mendengar kabar duka dan melihat kekejaman
perih hati tak dapat ku abaikan
mampukah kau wahai pelangi memberi warna pada jiwa ku yang mulai pudar ?
mampukah kau wahai mentari memberi cahaya pada hatiku yang mulai redup ?
aku ingin menjadi sinar di tengah kegelapan
aku ingin menjadi mutiara di tengah lautan
yang menjadi tumpuan, yang menjadi harapan
namun apa dayaku?
tak dapat kugapai semua, walau ku ingin meraihnya
karena ku bukanlah siapa-siapa..
Rabu, 17 November 2010
Sebuah pesan dariku..
entah mengapa hujan turun begitu seringnya..
membasahi tanah yang sudah basah..
menjadikan udara semakin dingin
membuat hati ini semakin pedih
tak ada satu katapun yang terucap dari bibir
saat mata mulai terasa pedih
aku harus berdiri sendiri menguatkan hati
menguatkan cengkeraman, hingga buku-buku jari memutih
kini ku kembali berjalan
tanpa ada yang menemaniku
berulang kali ku isyaratkan bahwa aku sendirian
namun, tak ada satu pesan pun yang ku kirim sampai kepada mereka
kurasa ku mulai merasa lelah
aku berusaha untuk selalu hadir
tapi semakin aku berusaha, semakin lelah raga ini
kini aku mulai berjalan
sendiri, melawan hati
ku suguhkan seulas senyum yang paling menawan, mengiringi tetesan airmata
sebagai pesan sebelum aku pergi....
membasahi tanah yang sudah basah..
menjadikan udara semakin dingin
membuat hati ini semakin pedih
tak ada satu katapun yang terucap dari bibir
saat mata mulai terasa pedih
aku harus berdiri sendiri menguatkan hati
menguatkan cengkeraman, hingga buku-buku jari memutih
kini ku kembali berjalan
tanpa ada yang menemaniku
berulang kali ku isyaratkan bahwa aku sendirian
namun, tak ada satu pesan pun yang ku kirim sampai kepada mereka
kurasa ku mulai merasa lelah
aku berusaha untuk selalu hadir
tapi semakin aku berusaha, semakin lelah raga ini
kini aku mulai berjalan
sendiri, melawan hati
ku suguhkan seulas senyum yang paling menawan, mengiringi tetesan airmata
sebagai pesan sebelum aku pergi....
Sabtu, 16 Oktober 2010
ego
kuakui, bibir ini tak dapat mengucapkan sepatah kata pun..
ingin ku mengutarakan semuanya..
tapi ku tak sanggup membebani pikirannya
jika ia disampingku, maka takkan ada satu katapun yang keluar dari bibirku..
saat bibir ini bisa berucap, maka bukan hal yang kumaksudkan yang terucap..
tetapi sesuatu yang dapat menyakiti hatinya..
sungguh bukan kata itu yang ku maksud..
bukan kata bahwa aku ingin meninggalkanmu..
tapi kata bahwa ku tak ingin meyakitimu..
baru saja kau berkata bahwa, kau tak rela melihatku menjauh
tapi di detik selanjutnya kau bilang ingin meninggalkanku..
adilkah itu bagiku?
adilkah itu bagimu?
setiap kau berkata jangan pergi padaku, esoknya kau meninggalkanku
saat ku perlahan pergi darimu, kau datang dengan senyuman
apa yang harus ku lakukan?
egokah aku saat ku pinta kau untuk berhenti
berhenti bersikap seperti itu
kau tak pernah tau bagaimana perasaanku
takkan pernah tau pikiranku
takkan pernah tau mauku
tapi aku hanya ingin kau tahu bahwa aku tersiksa dengan sikapmu
berhenti lakukan itu padaku
sungguh aku tidak suka
ingin ku mengutarakan semuanya..
tapi ku tak sanggup membebani pikirannya
jika ia disampingku, maka takkan ada satu katapun yang keluar dari bibirku..
saat bibir ini bisa berucap, maka bukan hal yang kumaksudkan yang terucap..
tetapi sesuatu yang dapat menyakiti hatinya..
sungguh bukan kata itu yang ku maksud..
bukan kata bahwa aku ingin meninggalkanmu..
tapi kata bahwa ku tak ingin meyakitimu..
baru saja kau berkata bahwa, kau tak rela melihatku menjauh
tapi di detik selanjutnya kau bilang ingin meninggalkanku..
adilkah itu bagiku?
adilkah itu bagimu?
setiap kau berkata jangan pergi padaku, esoknya kau meninggalkanku
saat ku perlahan pergi darimu, kau datang dengan senyuman
apa yang harus ku lakukan?
egokah aku saat ku pinta kau untuk berhenti
berhenti bersikap seperti itu
kau tak pernah tau bagaimana perasaanku
takkan pernah tau pikiranku
takkan pernah tau mauku
tapi aku hanya ingin kau tahu bahwa aku tersiksa dengan sikapmu
berhenti lakukan itu padaku
sungguh aku tidak suka
Jumat, 24 September 2010
sesuatu yang baru
langit tampak begitu gelap
lalu hujan pun menghampiri
begitu derasnya sampai ku takut untuk pergi dari tempat persembunyian
sekian lama ku menuggu tetesan hujan itu
terus menanti hingga akhirnya ia berhenti
tetapi hingga habis kesabaranku, tetesan itu tidak juga berhenti
kilat yang menyambar semakin menjadi
gemuruh petir semakin menggelegar
hingga saluran di jalanan tak dapat menampung tumpahan tetesannya..
aku terus mencoba bersabar
dan akhirnya hujan pun berhenti
menyisakan indah bias warna pelangi
setetes air di daun yang berkilau terkena cahaya matahari
rasa dingin itu pun pergi entah kemana
digantikan oleh kehangatan yang tiada berhenti
lalu ku mencoba untuk menapaki jalan yang basah
dalam setiap langkah ku mencium harum tanah basah
sesuatu yang baru akan tumbuh sebentar lagi
aku hanya akan menunggu sebentar, lalu semua akan berubah pada akhirnya....
lalu hujan pun menghampiri
begitu derasnya sampai ku takut untuk pergi dari tempat persembunyian
sekian lama ku menuggu tetesan hujan itu
terus menanti hingga akhirnya ia berhenti
tetapi hingga habis kesabaranku, tetesan itu tidak juga berhenti
kilat yang menyambar semakin menjadi
gemuruh petir semakin menggelegar
hingga saluran di jalanan tak dapat menampung tumpahan tetesannya..
aku terus mencoba bersabar
dan akhirnya hujan pun berhenti
menyisakan indah bias warna pelangi
setetes air di daun yang berkilau terkena cahaya matahari
rasa dingin itu pun pergi entah kemana
digantikan oleh kehangatan yang tiada berhenti
lalu ku mencoba untuk menapaki jalan yang basah
dalam setiap langkah ku mencium harum tanah basah
sesuatu yang baru akan tumbuh sebentar lagi
aku hanya akan menunggu sebentar, lalu semua akan berubah pada akhirnya....
Langganan:
Postingan (Atom)